Makalah Jenis-Jenis Sistem Informasi

bagi yang mau buat makalah jenis-jenis sistem informasi silakan disalin, hehe

BAB I

PENDAHULUAN

Sistem Informasi (SI) – atau lanskap aplikasi – adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen.[2] Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.[3]

Ada yang membuat perbedaan yang jelas antara sistem informasi, dan komputer sistem TIK, dan proses bisnis. Sistem informasi yang berbeda dari teknologi informasi dalam sistem informasi biasanya terlihat seperti memiliki komponen TIK. Hal ini terutama berkaitan dengan tujuan pemanfaatan teknologi informasi. Sistem informasi juga berbeda dari proses bisnis. Sistem informasi membantu untuk mengontrol kinerja proses bisnis.[4]

Alter berpendapat untuk sistem informasi sebagai tipe khusus dari sistem kerja. Sistem kerja adalah suatu sistem di mana manusia dan/atau mesin melakukan pekerjaan dengan menggunakan sumber daya untuk memproduksi produk tertentu dan/atau jasa bagi pelanggan. Sistem informasi adalah suatu sistem kerja yang kegiatannya ditujukan untuk pengolahan (menangkap, transmisi, menyimpan, mengambil, memanipulasi dan menampilkan) informasi.[5]

Dengan demikian, sistem informasi antar-berhubungan dengan sistem data di satu sisi dan sistem aktivitas di sisi lain. Sistem informasi adalah suatu bentuk komunikasi sistem di mana data yang mewakili dan diproses sebagai bentuk dari memori sosial. Sistem informasi juga dapat dianggap sebagai bahasa semi formal yang mendukung manusia dalam pengambilan keputusan dan tindakan.

Sistem informasi merupakan fokus utama dari studi untuk disiplin sistem informasi dan organisasi informatika.

 BAB II

PEMBAHASAN

 2.1  Definisi Sistem Informasi

Sistem Informasi (SI) – atau lanskap aplikasi – adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.

2.2  Konsep Dasar Sistem Informasi

a.      Konsep  Dasar  Sistem

Suatu  sistem  pada  dasarnya  adalah  sekolompok  unsur  yang  erat  hubungannya  satu  dengan yang  lain,  yang  berfungsi  bersama­sama  untuk  mencapai  tujuan  tertentu.Secara  sederhana, suatu  sistem  dapat  diartikan  sebagai  suatu  kumpulan  atau  himpunan  dari  unsur,  komponen,  atau variabel  yang  terorganisir,  saling  berinteraksi,  saling  tergantung  satu  sama  lain,  dan  terpadu. Dari  defenisi  ini  dapat  dirinci  lebih  lanjut  pengertian  sistem  secara  umu,  yaitu  :

1.      Setiap  sistem  terdiri  dari  unsur­unsur

2.      Unsur­unsur  tersebut  merupakan  bagian  terpadu  sistem  yang  bersangkutan.

3.      Unsur  sistem  tersebut  bekerja  sama  untuk  mencapai  tujuan  sistem.

4.      Suatu  sistem  merupakan  bagian  dari  sistem  lain  yang  lebih  besar.

b.      Konsep  Dasar  Informasi

Secara  umum  informasi  dapat  didefinisikan  sebagai  hasil  dari  pengolahan  data  dalam  suatu bentuk  yang  lebih  berguna  dan  lebih  berarti  bagi  penerimanya  yang  menggambarkan  suatu kejadian­kejadian   yang   nyata   yang   digunakan   untuk   pengambilan   keputusan.   Informasi merupakan  data  yang  telah  diklasifikasikan  atau  diolah  atau  diinterpretasi  untuk  digunakan dalam  proses  pengabilan  keputusan.

c.       Konsep  Dasar  Sistem  Informasi

Sistem  informasi  adalah   suatu   sistem  dalam   suatu   organisasi   yang   mempertemukan kebutuhan  pengolahan  transaksi  harian  yang  mendukung  fungsi  operasi  organisasi  yang  bersifat manajerial  dengan  kegiatan  strategi  dari  suatu  organisasi  untuk  dapat  menyediakan  kepada pihak  luar  tertentu  dengan  informasi  yang  diperlukan  untuk  pengambilan  keputusan.

Sistem  informasi  dalam  suatu  organisasi  dapat  dikatakan  sebagai  suatu  sistem  yang menyediakan  informasi  bagi  semua  tingkatan  dalam  organisasi  tersebut  kapan  saja  diperlukan. Sistem  ini  menyimpan,  mengambil,  mengubah,  mengolah  dan  mengkomunikasikan  informasi yang  diterima  dengan  menggunakan  sistem  informasi  atau  peralatan  sistem  lainnya.

2.3  Komponen  Dan  Elemen  Sistem  Informasi

a.       Komponen  Sistem  Informasi

Sistem  informasi  terdiri  dari  komponen­komponen  yang  disebut  blok  bangunan  (building blok), yang  terdiri  dari  komponen  input,  komponen  model,  komponen  output,  komponen teknologi,  komponen  hardware,  komponen  software,  komponen  basis  data,  dan  komponen kontrol.  Semua  komponen  tersebut  saling  berinteraksi  satu  dengan  yang  lain  membentuk  suatu kesatuan  untuk  mencapai sasaran.

1.      Komponen  input

Input  mewakili  data  yang  masuk  kedalam  sistem  informasi.  Input  disini  termasuk  metode dan  media  untuk  menangkap  data  yang  akan  dimasukkan,  yang  dapat  berupa  dokumen­ dokumen  dasar.

2.      Komponen  model

Komponen  ini  terdiri  dari  kombinasi  prosedur,  logika,  dan  model  matematik  yang  akan memanipulasi  data  input  dan  data  yang  tersimpan  di  basis  data  dengan  cara  yag  sudah ditentukan  untuk  menghasilkan  keluaran  yang  diinginkan.

3.      Komponen  output

Hasil  dari  sistem  informasi  adalah  keluaran  yang  merupakan  informasi  yang  berkualitas  dan dokumentasi  yang  berguna  untuk  semua  pemakai  sistem.

4.      Komponen  teknologi

Teknologi  merupakan  “tool  box”  dalam  sistem  informasi, Teknologi  digunakan  untuk  menerima  input,  menjalankan  model,  menyimpan  dan  mengakses  data,  neghasilkan  dan mengirimkan  keluaran,  dan  membantu  pengendalian  dari  sistem  secara  keseluruhan.

5.      Komponen  hardware

Hardware  berperan  penting  sebagai  suatu  media  penyimpanan  vital  bagi  sistem  informasi. Yang  berfungsi  sebagai  tempat  untuk  menampung  database  atau  lebih  mudah  dikatakan sebagai  sumber  data  dan  informasi  untuk  memperlancar  dan  mempermudah  kerja  dari sistem  informasi.

6.      Komponen  software

Software  berfungsi  sebagai  tempat  untuk  mengolah,menghitung  dan  memanipulasi  data yang  diambil  dari  hardware  untuk  menciptakan  suatu  informasi.

7.      Komponen  basis  data

Basis  data  (database)  merupakan  kumpulan  data  yang  saling  berkaitan  dan  berhubungan satu  dengan  yang  lain,  tersimpan  di  pernagkat  keras  komputer  dan  menggunakan  perangkat lunak  untuk  memanipulasinya.  Data  perlu  disimpan  dalam  basis  data  untuk  keperluan penyediaan   informasi   lebih   lanjut.

Data   di   dalam   basis   data   perlu   diorganisasikan sedemikian  rupa  supaya  informasi  yang  dihasilkan  berkualitas. Organisasi  basis  data  yang baik  juga  berguna  untuk  efisiensi  kapasitas  penyimpanannya.  Basis  data  diakses  atau dimanipulasi   menggunakan   perangkat   lunak   paket   yang   disebut   DBMS (Database Management  System).

8.      Komponen  kontrol

Banyak  hal  yang  dapat  merusak  sistem  informasi,  seperti  bencana  alam, api, temperatur, air, debu, kecurangan ­ kecurangan,  kegagalan ­ kegagalan  sistem  itu  sendiri,  ketidak  efisienan, sabotase  dan  lain  sebagainya.  Beberapa  pengendalian  perlu  dirancang  dan  diterapkan  untuk meyakinkan  bahwa  hal­hal  yang  dapat  merusak  sistem  dapat  dicegah  ataupun  bila  terlanjur terjadi  kesalahan­kesalahan  dapat  langsung  cepat  diatasi.

2.4  Elemen-Elemen Sistem Informasi

Sistem  informasi  terdiri  dari  elemen­elemen  yang  terdiri  dari  orang,  prosedur,  perangkat keras,  perangkat  lunak,  basis  data,  jaringan  komputer  dan  komunikasi  data.  Semua  elemen  ini merupakan  komponen  fisik.

1.      Orang

Orang   atau   personil   yang   di   maksudkan   yaitu   operator   komputer,   analis   sistem, programmer,  personil  data  entry,  dan  manajer  sistem  informasi/EDP

2.      Prosedur

Prosedur  merupakan  elemen  fisik.  Hal  ini  di  sebabkan  karena  prosedur  disediakan  dalam bentuk  fisik  seperti  buku  panduan  dan  instruksi.  Ada  3  jenis  prosedur  yang  dibutuhkan, yaitu  instruksi  untuk  pemakai,  instruksi  untuk  penyiapan  masukan,  instruksi  pengoperasian untuk  karyawan  pusat  komputer.

3.      Perangkat  keras

Perangkat  keras  bagi  suatu  sistem  informasi  terdiri  atas  komputer  (pusat  pengolah,  unit masukan/keluaran),  peralatan  penyiapan  data,  dan  terminal  masukan/keluaran.

4.      Perangkat  lunak

Perangkat  lunak  dapat  dibagi dalam  3  jenis  utama  :

a.       Sistem  perangkat  lunak  umum,  seperti  sistem  pengoperasian  dan  sistem  manajemen  data yang  memungkinkan  pengoperasian  sistem  komputer.

b.      Aplikasi  perangkat  lunak  umum,  seperti  model  analisis  dan  keputusan.

c.       Aplikasi  pernagkat  lunak  yang  terdiri  atas  program  yang  secara  spesifik  dibuat  untuk setiap  aplikasi.

5.      Basis  data

File  yang  berisi  program  dan  data  dibuktikan  dengan  adanya  media  penyimpanan  secara fisik  seperti  diskette,  hard  disk,  magnetic  tape,  dan  sebagainya.  File  juga  meliputi  keluaran tercetak  dan  catatan  lain  diatas  kertas,  mikro  film,  antaralain  sebagainya.

6.      Jaringan  komputer

Jaringan  komputer  adalah  sebuah  kumpulan  komputer,  printer  dan  peralatan  lainnya  yang terhubung  dalam  satu  kesatuan.  Informasi  dan  data  bergerak  melalui  kabel­kabel  atau  tanpa kabel  sehingga  memungkinkan  pengguna  jaringan  komputer  dapat  saling  bertukar  dokumen dan  data.

 2.5  Klasifikasi Sistem Informasi

Sistem   informasi   merupakan   suatu   bentuk   integrasi   antara   satu   komponen   dengan komponen  lain  karena  sistem  memiliki  sasaran  yang  berbeda  untuk  setiap  kasus  yang  terjadi yang  ada  di  dalam  sistem  tersebut.  Oleh  karena  itu,  sistem  dapat  di  klasifikasikan  dari  beberapa sudut  pandang,  diantaranya  :

a.       Sistem  abstrak  atau  sistem  fisik

b.      Sistem  Alamiah  Dan  Sistem  Buatan  Manusia

c.       Sistem  deterministik  dan  sistem  probabilistik

d.      Sistem  terbuka  dan  sistem  tertutup

2.6  Jenis-Jenis Sistem Informasi

Menurut departemen pendidikan sistem dibagi atas beberapa jenis :

  1. a.      Sistem Informasi Akuntansi

Sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya yang dirancang untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi.

Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :

  • Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
  • Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
  • Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.

SIA terdiri dari 3 subsistem:

  • Sistem pemrosesan transaksi

Mendukung proses operasi bisnis harian.

  • Sistem buku besar/ pelaporan keuangan

Menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.

  • Sistem pelaporan manajemen

Yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporan pertanggungjawaban.

Cara Kerja

Untuk memahami bagaimana SIA bekerja, perlu untuk menjawab beberapa pertanyaan sebagai berikut :

  • Bagaimana mengoleksi data yang berkaitan dengan aktivitas dan transaksi organisasi?
  • Bagaimana mentransformasi data kedalam informasi sehingga manajemen dapat menggunakan untuk menjalankan organisasi?
  • Bagaimana menjamin ketersediaan, keandalan, keakuratan informasi ?

Manfaat

Sebuah SIA menambah nilai dengan cara:

  • Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
  • Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
  • Meningkatkan efisiensi
  • Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
  • Meningkatkan sharing knowledge
  • menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan

 

  1. b.      Sistem Informasi Keuangan

Sistem informasi keuangan adalah sistem untuk mendukung bagian keuangan dalam pengambilan keputusan yang mengangkut persoalan keuangan sekolah dan pengalokasian serta pengendalian sumber daya keuangan dalam lingkungan sekolah. Misalnya : ringkasan arus kas, informasi pembayaran.

Sistem Informasi Keuangan adalah sistem informasi yang memberikan informasi kepada orang atau kelompok baik di dalam perusahaan maupun di luar perusahaan mengenai masalah keuangan perusahaan. Informasi yang diberikan disajikan dalam bentuk laporan khusus, laporan periodik, hasil dari simulasi matematika, saran dari sistem pakar, dan komunikasi elektronik.

1.      Input

a)      Sistem Informasi Akuntansi, Data akuntansi menyediakan catatan mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan keuangan yang terjadi dalam perusahaan. Catatan dibuat untuk setiap transaksi, menjelaskan apa yang terjadi, kapan terjadinya, siapa yang terlibat dan berapa banyak uang yang terlibat. Data ini dapat dianalisis dalam berbagai cara untuk memnuhi sebagian kebutuhan informasi manajemen.

b)      Subsistem Audit Internal, terdapat 2 jenis Auditor yaitu (1) eksternal, biasanya terdapat pada perusahaan kecil. (2) internal, biasanya pada perusahaan besar mempunyai staf ini sendiri. Ada empat jenis dasar kegiatan audit internal :

1)      Keuangan, menguji akurasi catatan perusahaan dan merupakan jenis kegiatan yang dilakukan oleh auditor eksternal.

2)      Operasional, dilakukan untuk memeriksa efektivitas prosedur. Dilakukan oleh analis sistem selama tahap analis dari siklus hidup sistem.

3)      Kesesuaian, merupakan lanjutan dari kegiatan audit oprasianal. Audit kesesuaian akan berlanjut terus, sehingga prosedur di perusahaan akan terus berajalan dengan baik.

4)      Rancangan Sistem Pengendalian Internal, merupakan rencana untuk pelaksanaan audit-audit agar berjalan lebih baik.

c)      Subsistem Intelijen Keuangan, digunakan untuk mengidentifikasikan sunber – sumber terbaik modal tambahan dan investasi terbaik. Informasi yang diperoleh berasal dari dua pihak, yakni Pemegang saham dan masyarakat keuangan.

2.      Output

a)      Sistem Peramalan, merupakan salah satu kegiatan matematis tertua dalam bisnis. Ada tiga fakta dasar dalam pemikiran peramalan : (1) Semua peramalan merupakan proyeksi dari masa lalu (2) Semua peramalan terdiri dari keputusan semistruktur (3) Tidak ada teknik peramalan yang sempurna.

Terdapat dua jenis peramalan (1) Peramalan Jangka Pendek, dilakukan oleh area fungsional. (2) Peramalan Jangka Panjang, dilakukan oleh suatu area selain pemasaran (suatu kelompok khusus yang hanya mempunyai tanggung jawab perencanaan).
Terdapat dua metode peramalan, antara lain :

1)      Metode peramalan nonkuantitatif, tidak meliibatkan perhitungan data tetapi didasarkan pada penaksiran subyektif

2)      Metode Kuantitatif, melibatkan pembuatan suatu hubungan antara kegiatan yang akan diramal.

b)      Subsistem Manajemen Dana, bertugas untuk mengelola arus uang,menjaganya agar tetap seimbang dan positif.

c)      Subsistem Pengendalian, memudahkan manajer untuk menggunakan secara efektif semua sumber daya yang tersedia.

  1. c.       Sistem Informasi Manufaktur

Sistem informasi manufaktur adalah sistem yang digunakan untuk mendukung fungsi produksi yang mencakup seluruh kegiatan yang terkait dalam pembayaran dan pembelian inventaris sekolah dan alat-alat tulis.

Sistem Informasi Manufaktur merupakan subset dari Sistem Informasi Manajemen yang menyediakan informasi untuk digunakan dalam pemecahan masalah manufaktur. Manajer dalam area manufaktur menggunakan komputer sebagai komponen sistem fisik maupun sistem informasi konseptual. Manajer pada area manufaktur menggunakan komputer dalam sistem produk fisik untuk aplikasi seperi CAM (Computer Aided Manufacturing) dan CAD (Computer Aided Design).

Sebagai Sistem informasi konseptual, komputer digunakan dalam menjadwalkan produksi, mengatur persediaan, mengendalikan kualitas produk dan melaporkan biaya produk.

Semua aplikasi untuk fsiik maupun konseptual disebut CIM (Computer Integrated Manufacturing).

Pendekatan Mengelola Proses Manufaktur Menggunakan Informasi:

  • Titik Pemesanan Kembali / ROP (ReOrder Point)

Adalah pendekatan reaktif yaitu keputusan pembelian pada titik pemesanan kembali dengan menunggu hingga saldo suatu jenis barang mencapai tingkat tertentu.

  • Perencanaan Kebutuhan Material / MRP (Material Requirements Plannings)

Adalah pendekatan proaktif yaitu mengidentifikasi material yang akan diperlukan, jumlahnya, dan tanggal diperlukannya.

Komponen-komponen utama sistem MRP :

1.      Sistem Penjadualan Produksi

Yaitu menyiapkan master production schedule yang memproyeksikan produksi hingga satu tahun ke depan untuk mengakomodasi proses produksi. Master production schedule menggunakan 4 file data mencakup file Pesanan Pelanggan, file Ramalan Penjualan, File Persediaan Barang Jadi, file Kapasitas Produksi.

2.      Sistem Material Requirements Planning yaitu menentukan berapa banyak material yang diperlukan untuk memproduksi jumlah unit yang diinginkan.

File yang diperlukan :

File Bill Of Material, kuantitas pada bill of material dikalikan dengan  kebutuhan bruto (gross requirements).àjumlah unit yang akan diproduksi

File Persediaan Bahan Baku digunakan untuk menentukan material yang àtelah dimilki. Material tersebut dikurangi dengan kebutuhan bruto kebutuhan netto (net requirements) yaitu jumlah yang harus dibeli untuk memenuhi jadual produksi.

3.      Sistem Capacity Requirements Planning

Berhubungan dengan sistem Material Requirements Planning
Untuk memastikan bahwa produksi terjadual sesuai dengan kapasitas pabrik.

4.      Sistem Pengeluaran Pesanan (Order Release System)

Menggunakan jadual pesanan terencana untuk input dan mencetak laporan pengeluaran pesanan (order release report). Satu salinan diserahkan kepada pembeli di departemen pembelian untuk berunding dengan pemasok, dan salinan lain dikirimkan ke manajer manufaktur untuk mengontrol proses produksi.

  • Perencanaan Sumber Manufaktur / MRP II (Manufacturing Resource Plannings)
    Adalah mengintegrasikan semua proses di dalam manufaktur yang berhubungan dengan manajemen material.

Manfaat MRP II :

1.      Penggunaan sumberdaya yang lebih efisien

2.      Perencanaan prioritas yang lebih baik

3.      Pelayanan pelanggan yang meningkat

4.      Semangat pekerja yang meningkat

5.      Informasi manajemen yang lebih baik

  • JUST -IN-TIME (JIT)

Menjaga arus material ke pabrik hingga minimum dengan menjadualnya agar tiba di stasiun kerja tepat pada waktunya (just in time)

SUBSISTEM INPUT MANUFAKTUR

Terdiri dari Sistem Informasi Akuntansi, Subsistem Rekayasa Industri, dan Subsistem Intelijen Manufaktur.

Sistem Informasi Akuntansi

Menyediakan data input bagi aplikasi manufaktur. Terminal ditempatkan di seluruh pabrik untuk mencatat kegiatan pekerja manufaktur dan sumber daya mesin ketika bahan baku diubah menjadi produk akhir.

Subsistem Rekayasa Industri

Menyediakan data dan informasi yang menjelaskan operasi manufaktur internal dari Industrial Engineer (IE) yang mempelajari proses produksi agar menjadi lebih efisien yaitu dengan merancang sistem produksi fisik dengan menentukan lokasi pabrik, cara mengatur jalur produksi, dan urutan proses yang harus dilaksanakan.

Subsistem Intelijen Manufaktur

Menyediakan data dan informasi mengenai pemasok dan serikat buruh yang dikumpulkan melalui penelitan khusus dan pertemuan pribadi.

SUBSISTEM OUTPUT MANUFAKTUR

Terdiri dari Subsistem Produksi, Subsistem Persediaan, Subsistem Kualitas.

Subsistem Produksi

Mengukur proses produksi dalam hal waktu dengan menelusuri arus kerja dari satu langkah ke langkah berikutnya.

Subsistem Persediaan

Mengukur volume kegiatan produksi saat persediaan diubah dari bahan mentah menjadi barang dalam proses dan akhirnya barang jadi.
Perusahaan berusaha meminimumkan biaya pemeliharaan dengan menjaga agar tingkat persediaannya rendah dengan cara memesan dalam kuantitas kecil atau ekonomis. Metode yang dapat digunakan adalah EOQ & EMQ.

EOQ (Economic Order Quantity) : menyeimbangkan biaya pemeliharaan dan pembelian serta mengidentifikasi biaya kombinasi terendah.
EMQ (Economic Manufacturing Quantity): menyeimbangkan biaya penyimpanan persediaan dengan biaya ketidak efisienan produksi.

Subsistem Kualitas

Mengukur kualitas bahan saat bahan tersebut diubah. Diukur mutu/kualitasnya mulai saat diterima dari pemasok, berbagai titik dalam proses produksi, dan barang jadi sebelum meninggalkan pabrik.

Subsistem Biaya

Mengukur biaya yang terjadi dalam proses produksi

 

  1. d.      Sistem Informasi Sumber Daya Manusia

Sistem informsi Sumber daya manusia adalah sistem informasi yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi personalia. Misalnya : berisi informasi gaji

Hubungan antara teknologi dan sumber daya manusia sangat erat  kaitannya. Dengan berkembangnya teknologi maka akan mengefisiensikan  tenaga manusia dalam proses operasi suatu perusahaan. Dalam hal ini harus  ada sinkronisasi antara tenaga kerja manusia dengan perkembangan teknologi  supaya peran tenaga manusia tidak tergantikan oleh teknologi yang ada.

Melihat hal tersebut harus adanya peningkatan kualitas para karyawan  dalam bekerja yaitu mampu berinovasi dan berkreasi dalam pekerjaannya agar  sumber daya manusia (tenaga kerja) tidak tergantikan oleh teknologi yang  semakin hari semakin berkembang.

Aktifitas bisnis dalam suatu perusahaan digerakan oleh tenaga kerja  yang memiliki pemahaman terhadap pengolahan bisnis tersebut. Sumberdaya  manusia dalam hal ini tenaga kerja menjadi syarat utama dalam mengoprasikan  perusahaan.

Pengolahan sumber daya manusia yang tepat menjadi bagian yang sangat penting karena apabila proses perekrutan tenaga kerja dilakukan tidak tepat, maka dikemudian hari akan menjadi masalah tersendiri bagi perusahaan.

 

Unit Sumber Daya Manusia

Bagian atau unit yang biasanya mengurusi SDM (Sumber Daya  Manusia) adalah departemen sumber daya manusia atau dalam bahasa  Inggris disebut HRD atau Human Resources Departement. Departemen Sumber Daya Manusia Memiliki Peran, Fungsi, Tugas dan  Tanggung Jawab :

  1. Rekrutmen tenaga kerja / Recruitment
  2. Seleksi tenaga kerja / Selection
  3. Pengembangan dan evaluasi karyawan / Development and Evaluation
  4. Memberikan kompensasi dan proteksi pada pegawai / Compensation and Protection
  5. Jenjang karir

 

Sistem Informasi Psikologi

Sekarang ini banyak tersedia website Sumber Daya Manusia terutama proses pencarian tenaga kerja On-Line, website tersebut dapat meningkatkan efisiensi proses pencarian tenaga kerja serta meningkatkan proses penempatan tenaga kerja dengan lowongan kerja yang sesuai dengan keahliannya.

KELEBIHAN

Bagi perusahaan :

1. Tidak terbatas waktu, ruang dan tempat. Wawancara dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja diperlukan.

2. Perusahaan lebih mudah mendapatkan pegawai/ staff yang sesuai dengan kriteria perusahaan.

3. Menghemat biaya operasional kantor untuk menyeleksi karyawan.

4. Dokumen-dokumen calon karyawan tidak menumpuk sia-sia di tempat penyimpanan data HRD sehingga tidak ada resiko kehilangan ataupun tertinggal.

5. Data pencari kerja dapat disimpan dalam waktu yang lama dan dapat dibuka sewaktu-waktu dibutuhkan.

 

Bagi Calon Karyawan :

1. Peluang untuk mendapatkan pekerjaan yang diimpikan lebih besar (terutama apabila ada perusahaan yang membutuhkan karyawan dengan keahlian khusus).

2. Dapat membuka peluang digunakannya interview secara real time (langsung) sehingga menghemat waktu dan biaya, karena saat interview tidak harus berhadapan langsung dengan interviewer.

KEKURANGAN

Bagi perusahaan/ penyedia kerja :

1. Tidak berhadapan langsung dengan pencari kerja, sehingga tidak dapat terlihat jelas sikap, postur tubuh dan kepribadiannya.

2. Resiko sambungan internet terganggu (respon jaringan lambat) sehingga wawancara tidak lancar (apabila wawancara secara real time).

3. Resiko database karyawan/ pencari kerja rusak atau hilang akibat adanya serangan virus atau hacker.

4. Resiko data yang diberikan calon pekerja tidak terbukti kebenarannya.

 

  1. e.       Sistem Informasi Manajemen

Sistem informasi manajemen (SIM) (bahasa Inggris: management information system, MIS) adalah bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis. Sistem informasi manajemen dibedakan dengan sistem informasi biasa karena SIM digunakan untuk menganalisis sistem informasi lain yang diterapkan pada aktivitas operasional organisasi. Secara akademis, istilah ini umumnya digunakan untuk merujuk pada kelompok metode manajemen informasi yang bertalian dengan otomasi atau dukungan terhadap pengambilan keputusan manusia, misalnya sistem pendukung keputusan, sistem pakar, dan sistem informasi eksekutif.

Tujuan Umum

  • Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
  • Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
  • Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.

Ketiga tujuan tersebut menunjukkan bahwa manajer dan pengguna lainnya perlu memiliki akses ke informasi akuntansi manajemen dan mengetahui bagaimana cara menggunakannya. Informasi akuntansi manajemen dapat membantu mereka mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaikan masalah, dan mengevaluasi kinerja (informasi akuntansi dibutuhkan dam dipergunakan dalam semua tahap manajemen, termasuk perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan).

Proses Manajemen

Proses manajemen didefinisikan sebagai aktivitas-aktivitas:

  • Perencanaan, formulasi terinci untuk mencapai suatu tujuan akhir tertentu adalah aktivitas manajemen yang disebut perencanaan. Oleh karenanya, perencanaan mensyaratkan penetapan tujuan dan identifikasi metode untuk mencapai tujuan tersebut.
  • Pengendalian, perencanaan hanyalah setengah dari peretempuran. Setelah suatu rencana dibuat, rencana tersebut harus diimplementasikan, dan manajer serta pekerja harus memonitor pelaksanaannya untuk memastikan rencana tersebut berjalan sebagaimana mestinya. Aktivitas manajerial untuk memonitor pelaksanaan rencana dan melakukan tindakan korektif sesuai kebutuhan, disebut kebutuhan.
  • Pengambilan Keputusan, proses pemilihan di antara berbagai alternative disebut dengan proses pengambilan keputusan. Fungsi manajerial ini merupakan jalinan antara perencanaan dan pengendalian. Manajer harus memilih di antara beberapa tujuan dan metode untuk melaksanakan tujuan yang dipilih. Hanya satu dari beberapa rencana yang dapat dipilih. Komentar serupa dapat dibuat berkenaan dengan fungsi pengendalian.

Bagian

SIM merupakan kumpulan dari sistem informasi:

  • Sistem informasi akuntansi (accounting information systems), menyediakan informasi dan transaksi keuangan.
  • Sistem informasi pemasaran (marketing information systems), menyediakan informasi untuk penjualan, promosi penjualan, kegiatan-kegiatan pemasaran, kegiatan-kegiatan penelitian pasar dan lain sebagainya yang berhubungan dengan pemasaran.
  • Sistem informasi manajemen persediaan (inventory management information systems).
  • Sistem informasi personalia (personal information systems).
  • Sistem informasi distribusi (distribution information systems).
  • Sistem informasi pembelian (purchasing information systems).
  • Sistem informasi kekayaan (treasury information systems).
  • Sistem informasi analisis kredit (credit analysis information systems).
  • Sistem informasi penelitian dan pengembangan (research and development information systems).
  • Sistem informasi analisis software
  • Sistem informasi teknik (engineering information systems).
  • Sistem informasi Rumah Sakit (Hospital information systems).


BAB III

KESIMPULAN

Sistem Informasi (SI) – atau lanskap aplikasi – adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.

Sistem informasi  dapat  di  klasifikasikan  dari  beberapa sudut  pandang,  diantaranya  :

a.       Sistem  abstrak  atau  sistem  fisik

b.      Sistem  Alamiah  Dan  Sistem  Buatan  Manusia

c.       Sistem  deterministik  dan  sistem  probabilistik

d.      Sistem  terbuka  dan  sistem  tertutup

Menurut Departemen Pendidikan jenis-jenis system informasi antara lain sebagai berikut :

  1. Sistem Informasi Akuntansi
  2. Sistem Informasi Keuangan
  3. Sistem Informasi Manufaktur
  4. Sistem Informasi Sumber Daya Manusia
  5. Sistem Informasi Manajemen

Sistem  informasi  terdiri  dari  elemen­elemen  yang  terdiri  dari  orang,  prosedur,  perangkat keras,  perangkat  lunak,  basis  data,  jaringan  komputer  dan  komunikasi  data.  Semua  elemen  ini merupakan  komponen  fisik.

DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi

http://duniabaca.com/pengertian-dan-manfaat-sim-sistem-informasi-manajemen.html

http://www.anneahira.com/sistem-informasi-manufaktur-13700.htm

http://cintaluna-lovelyluna-psikologi.blogspot.com/2011/02/sistem-informasi-sumber-daya-manusia.html

http://www.docstoc.com/docs/9099906/SISTEM-INFORMASI-KEUANGAN

http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=sistem%20informasi%20manufaktur&source=web&cd=1&ved=0CDsQFjAA&url=http%3A%2F%2Ffarida.staff.gunadarma.ac.id%2FDownloads%2Ffiles%2F19800%2FSI%2BMANUFAKTUR.pdf&ei=pC46T7bLLYjqrQeO6-3kCA&usg=AFQjCNGTqiotKqqpdGau5GDgPQO3ztlRcA&cad=rja

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: