Pengaruh Lingkungan Yang Buruk Terhadap Pola Perkembangan Anak di sekolah

Dalam pembentuk kepribadian anak banyak faktor yang berpengaruh dalam pembentukan kepribadian tersebut diantaranya yaitu faktor dari lingkungan terdekat yaitu keluarga, faktor lingkungan masyarakat, lingkungan keluarga, dan lain sebagainya.

Namun dalam pengaruh tersebut tentu ada hal positif dan negatifnya. Dalam hal ini akan dibahas mengenai pengaruh buruk lingkungan tersebut dalam pola perkembangan anak.

Dalam perkembangan anak, pengaruh buruk lingkungan akan membawa dampak yang buruk pula bagi kepribadian anak, sebagai contoh saat ini telah ditemukan lumayan banyak anak usia dini bahkan balita yang merokok, awalnya anak tersebut mengikuti pola tingkah laku orang disekitarnya sehingga sang anak mengikutinya. Selain itu banyak juga ditemukan anak – anak usia dini bahkan balita yang berkata – kata kasar tentunya karena faktor lingkungan juga.

Dan hal yang perlu juga mendapat perhatian yaitu, di teknologi yang semakin maju ini, segala sesuatu dengan mudah dapat diakses melalui internet, diantaranya situs – situs porno yang mudah diakses dengan mudah sehingga ada anak – anak yang terbawa oleh hal tersebut.

Maka dari itu, dalam perkembangan anak, perlu diperhatikan segala yang berkaitan dengan sang anak, agar yang anak tidak memiliki pola tingkah laku yang tidak wajar.

 

Seberapa buruk pengaruh lingkungan tempat tinggal anak? Hasil sebuah riset di Amerika Serikat (AS) menunjukkan betapa hidup di lingkungan yang buruk ternyata memberi pengaruh negatif yang lama dan mendalam pada keterampilan verbal anak. Begitu hasil riset yang dipublikasi Senin lalu.

”Ini penting karena keterampilan bahasa terbukti menjadi indikator keberhasilan dalam hidup,” kata Robert J Sampson dari Harvard University, Cambridge, Massachusetts, peneliti dalam studi yang dipublikasi pekan lalu itu. ”Yang mengejutkan,” tambah dia, ”adalah efek ini tahan lama, berlanjut bahkan ketika anak itu keluar dari lingkungan tersebut.”

Selama ini, kesenjangan kemampuan verbal sebagai ‘pemrediksi’ keberhasilan di masa mendatang, mengundang perdebatan yang luas. Hanya sedikit penelitian yang bisa menyempitkan kajiannya pada tingkat konkret seperti lingkungan pemukiman dengan cara yang tepat. Yakni, dengan sudut pandang perkembangan anak dan ekologi.

Selain Sampson, ada dua sosiolog lain terlibat dalam penelitian ini. Mereka adalah Patrick Sharkey dari New York University, New York, dan Stephen W Raudenbush dari University of Chicago, Chicago. Studi itu dipublikasikan dalam edisi awal the Proceedings of the National Academy of Science. Penelitian ini melibatkan lebih dari 2.000 anak dari kelas bawah, menengah, dan atas yang tinggal di Chicago. Mereka, pada awal penelitian ini, yang berumur antara 6 hingga 12 tahun.

Para peneliti mengikuti anak-anak tersebut selama tujuh tahun. Dimulai pada 1990-an saat mereka masuk dan keluar dari beberapa lingkungan pemukiman di Chicago dan pindah ke bagian daerah lain di AS. Pada tiga kesempatan berbeda, para peneliti mewawancarai anak-anak dan orang yang mengurus mereka. Para peneliti juga mengetes perbendaharaan kata dan kemampuan baca anak-anak itu.

Sampson dan kawan-kawan pun kemudian memusatkan analisis mereka pada 772 orang anak kulit hitam. Sebab, jelas para peneliti, hampir sepertiga dari anak keturunan Afro-Amerika itu terpapar pada ”sejumlah ketidakberuntungan besar yang terpusat”. Suatu keadaan yang secara virtual tak dialami anak-anak kulit putih dan keturunan Latino. Menurut para peneliti, tumbuh besar di lingkungan dengan ketidakberuntungan yang ekstrem mempunyai ”konsekuensi merugikan dan tahan lama bagi anak kulit hitam”.

Dari penelitian pada lintasan kemampuan verbal anak-anak itu. Hasilnya, dalam tes IQ menunjukkan bahwa hidup dalam lingkungan yang teramat buruk tercecer sekitar 4 poin di belakang anak-anak yang tak hidup dalam lingkungan itu. Ketertinggalan itu bisa dipersamakan dengan anak yang lebih beruntung tidak masuk sekolah selama satu tahun bahkan lebih. Apa yang bisa dilakukan untuk membantu anak-anak malang ini? Sampson dan kawan-kawan menyarankan suatu investasi. Namun, investasi itu harus dilakukan dengan ”pendekatan yang lebih komprehensif sehingga meningkatkan” kemampuan verbal anak-anak ini. sciam.com

Sumber :

http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=317808&kat_id=100

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: