Polusi Udara Akibat Peternakan

Polusi Udara Karena Peternakan

Pengertian

Menurut Soehadji (1992), limbah peternakan meliputi semua kotoran yang dihasilkan dari suatu kegiatan usaha peternakan baik berupa limbah padat dan cairan, gas, maupun sisa pakan. Limbah padat merupakan semua limbah yang berbentuk padatan atau dalam fase padat (kotoran ternak, ternak yang mati, atau isi perut dari pemotongan ternak). Limbah cair adalah semua limbah yang berbentuk cairan atau dalam fase cairan (air seni atau urine, air dari pencucian alat-alat). Sedangkan limbah gas adalah semua limbah berbentuk gas atau dalam fase gas.

Secara umum polusi udara yang dihasilkan dari usaha peternakan adalah pencemaran karena gas metan yang menyebabkan bau yang tidak enak bagi lingkungan sekitar. Gas metan (CH4) berasal dari proses pencernaan ternak ruminansia. Gas metan ini adalah salah satu gas yang bertanggung jawab terhadap pemanasan global dan perusakan ozon, dengan laju 1 % per tahun dan terus meningkat. Apppalagi di Indonesia, emisi metan per unit pakan atau laju konversi metan lebih besar karena kualitas hijauan pakan yang diberikan rendah. Semakin tinggi jumlah pemberian pakan kualitas rendah, semakin tinggi produksi metan (Suryahadi dkk., 2002).

Faktor-Faktor Penyebab :

Bau

Bau yang ditimbulkan dari usaha peternakan pada umumnya merupakan bau dari limbah kotoran, yang mengalami pembusukan pada kandang, atau bangkai dari ternak itu sendiri, bau yang ditimbulkan tergantung dari hewan ternak yang dipelihara, ayam, kambing, dan sapi memiliki bau yang berbeda, terutama ayam dan kambing memiliki bau yang sangat menyengat, untuk itu hendaknya peternakan seharusnya memiliki tempat khusus yang jauh dari pemukiman dan sekolah-sekolah, hal ini disebabkan karena bau yang dihasilkan dapat menggangu aktivitas penduduk serta kegiatan belajar mengajar baik di lingkungan sekolah ataupun kegiatan belajar di lingkungan.

Debu

Debu akibat usaha peternakan pada umumnya diakibatkan oleh limbah kering baik berupa sisa pakan, kotoran yang mongering dan juga bagian tubuh berupa rambut atau bulu, sebagai contoh Pencemaran udara di lingkungan penggemukan sapi yang paling hebat ialah sekitar pukul 18.00, kandungan debu pada saat tersebut lebih dari 6000 mg/m3, jadi sudah melewati ambang batas yang dapat ditolelir untuk kesegaran udara di lingkungan (3000 mg/m3). Hal tersebut tentunya sangat tidak baik apabila terdapat sekolah dan juga pemukiman penduduk karena debu yang dihasilkan dapat menyebabkan pencemaran dan juga mengandung zat zat yang berbahaya apabila terhirup saat bernafas

Kebisingan

Kebisingan yang dihasilkan oleh peternakan memang tidak sebesar kebisingan yang dihasilkan oleh pabrik, namun suara hewan ternak yang berjumlah ratusan bahkan ribuan dapat menyebabkan kebisingan, hal ini disebabkan karena kebisingan yang diakibatkan oleh hewan ternak tidak menentu, terkadang saat pemberian makan, pagi hari, siang ataupun malam. Suara-suara berisik tersebut dapat mengganggu aktivitas, terutama pola istirahat dan pola belajar siswa yang sedang belajar di sekolah bahkan dapat juga menimbulkan stress.

Dari berbagai sumber

Satu Tanggapan

  1. itu gak bisa di liiat yang atas bos

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: